Thursday, May 14, 2015

Suplier Dry Ice wilayah jakarta barat

Suplier Dry Ice wilayah jakarta barat
Untuk Pemesanan Hubungi staff kami ,Miss Ruroh di 085658275719(WA), 082234804717(WA)
 dry ice
klik gambar Chat via Whatsaap
Apa itu Es Kering? Sifat, Cara Pembuatan & Kegunaannya
Dry Ice - es kering
Es kering merupakan karbon dioksida beku.
Karbon dioksida merupakan chat yang dilepaskan sebagai hasil respirasi dan berbagai pembakaran hidrokarbon.
Karena temperatur rendah, -78,5 °C, dan relatif mudah dibuat, es kering banyak digunakan sebagai pendingin.
Untuk tujuan penelitian di laboratorium, peneliti mungkin hanya membutuhkan sejumlah kecil es kering.
Es kering bisa dibuat dengan membuka keran tangki karbon dioksida cair dan meletakkan tas kain menutupi mulut keran.
Campuran chat karbon dioksida dan es kering diproduksi ketika chat cair yang terlepas mengembun pada kain.
Cara ini cukup efektif untuk membuat sejumlah kecil es kering untuk penggunaan di laboratorium.
Untuk menghasilkan jumlah besar es kering, pendinginan evaporatif diperlukan.
Karbon dioksida cair diproduksi dengan mengompresi chat karbon dioksida.
Karena suhu zat meningkat saat dikompresi, chat harus didinginkan selama proses kompresi untuk mendorong pembentukan cairan.
Jika chat di dalam tangki sudah mencapai suhu kamar, pencairan mulai terjadi ketika tekanan mencapai sekitar 6.000 kilopaskal.
Sebagai informasi, dalam segmen (potongan) materi, akan terdapat molekul tertentu yang bergerak sangat cepat dan sebagian yang lain bergerak jauh lebih lambat.
Kecepatan rata-rata dari gerakan semua molekul ini adalah apa yang disebut suhu.
Jika keran tabung karbon dioksida cair dibuka, sebagian diantaranya akan berusaha melarikan diri, menyebabkan momentum rata-rata molekul serta suhunya menjadi turun.
Setelah semua panas lingkungan menguap, suhu cairan turun di bawah titik beku dan muncullah karbon diosida padat yang disebut es kering.
Es kering biasanya disimpan dalam kontainer terisolasi. Bila terkena udara, es ini segera melepaskan chat karbon dioksida.
Karena perbedaan suhu antara es kering dan lingkungan cukup besar, maka perubahan fasa terjadi langsung dari padat ke chat, tanpa melalui fase cair.
Saat menguap, sebagian es kering berubah menjadi uap sehingga memberikan penampilan kabut.
Es kering sering digunakan untuk menghasilkan kabut buatan dalam berbagai pertunjukan.
Pertunjukan laser juga lazim menggunakan es kering untuk menghamburkan cahaya laser sehingga lebih mudah dilihat.[]

0 comments:

Post a Comment